Myspace Glitter Text

Senin, 05 November 2012

Sel

Sekarang saya akan sedikit membahas tentang sel. Semoga bermanfaat ^^


SEL

  A.    KOMPONEN KIMIA SEL

Seperti sel tumbuhan dan sel hewan, seluruh bagian sel merupakan senyawa. Seluruh kegiatan kehidupan sel merupakan akibat dari reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel. Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma, yang merupakan substansi yang kompleks. Protoplasma terdiri dari unsure-unsur kimia.
Meskipun sebagian besar protoplasma terdiri dari air, tetapi bahan yang member cirri pada strukturnya ialah protein. Unsure-unsur kimia penyusun protoplasma terdapat dalam bentuk senyawa kimia, baik senyawa organic maupun senyawa anorganik. Senyawa organic dalam protoplasma berupa karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat.
1.    Karbohidrat
Karbohidrat sangat vital untuk proses-proses fisiologi di dalam sel makhluk hidup. Berdasarkan fungsinya, karbohidrat dikelompokkan menjadi :
  •   Karbohidrat sederhana sebagai sumber energy di dalam sel
  •     Karbohidrat rantai panjang sebagai cadangan energy, komponen struktural organel dan bagian   sel lainnya.
Karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

a.      Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang namanya ditentukan oleh jumlah atom C pada molekulnya. Contoh monosakarida adalah triosa, pentose, dan heksosa.
1)   Triosa, memiliki 3 atom C, terdapat di dalam sel sebagai hasil atau metabolit pada oksidasi heksosa dan pentosa. Contohnya adalah gliseraldehid dan dihidroksi aseton.
2)   Pentosa, memiliki lima atom C, terdapat pada asam nukleat (DNA dan RNA) dan beberapa koenzim. Contohnya adalah ribose, deoksiribosa, dan ribulosa.
3)   Heksosa, memiliki enam atom C. contohnya adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

b.      Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monoksida yang sama atau berbeda. Contohnya adalah sukrosa (gula tebu) yang terdapat pada sel batang trbu dan laktosa (gula susu) yang terdapat pada kelenjar susu (kelenjar mamae).

c.       Polisakarida
Ada dua macam polisakarida, yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida. Homopolisakarida dibentuk oleh monopolisakarida yang sama, sedangkan heteropolisakarida dibangun oleh bermacam-macam monosakarida,nitrogenamino, dan sulfur.
Contoh homopolisakarida :
1)      Amilum (zat pati), merupakan hasil fotosintesis
2)      Glikogen, terdapat di dalam sel-sel hati dan sel-sel otot
3)      Inulin, terdapat pada sel akar tumbuhan tertentu sebagai cadangan makanan
4)      lignin, terdapat pada sel xylem
5)      selulosa, terdapat pada dindingnsel tumbuhan tingkat tinggi dan berfungsi sebagai pelindung sel.

Contoh heteropolisakarida :
1)      Kitin, terdapat pada kulit Arthropoda, misalnya jangkrik, kumbang, dan belalang.
2)      Heparin, terdapat di dalam sel hati, sel paru-paru, dan sel dindingarteri sebagai zat antikoagulasi.

2.    Lemak (lipid)

Lemak dibangun oleh gliserol dan asam lemak. Lemak memiliki sifat tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam pelarut organic, seperti eter, kloroform, dan alcohol. Pada sel makhluk hidup, lemak berfungsi anatara lain sebagai komponen membrane plasma, hormon, dan vitamin. Pada sel makhluk hidup, lemak terdapat dalam bentuk lemak sederhana, lemak gabungan, atau turunan lemak.
a.      Lemak Sederhana
Lemak sederhana dibangun oleh suatu gliserol dan tiga asam lemak (trigliserida). Asam lemak penyusun lemak dapat berupa asam lemak jenuh atau asam lemak tak jenuh.

b.      Lemak Gabungan
Lemak gabungan merupakan ester asam lemak yang jika dihidrolisis menghasilkan asam lemak, alcohol, dan zat-zat lainnya. Contoh lemak bangunan sebagai berikut :
1)      Fosfolipid, yaitu lipid yang mengandung gugus ester fosfat.
2)      Glikolipid,mengandung molekul karbohidrat dan lipid.
3)      Lipoprotein, merupakan lipid yang mengandung protein.
4)      Karotenoid, merupakan lipid gabungan berpigmen yang terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan.

c.       Turunan Lemak
Steroid merupakan senyawa turunan lemak dengan rantai hidrokarbon berbentuk cincin (siklik). Steroid terdapat pada protoplasma sel hewan, yaitu hormone kelamin (progesterone, testosterone), vitamin D, kolesterol, dan estradiol.

3.      Protein
Protein merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks. Protein merupakan polimer dari asam amino. Berdasarkan komposisi kimianya, protein digolongkan menadi dua, yaitu protein sederhana dan protein gabungan.

a.      Protein Sederhana
Jika protein sederhana dihidrolosis, hanya akan menghasilkan asam amino. Contohnya adalah protein albumin dan globulin.

b.      Protein Gabungan
Jika protrin gabungan dihidrolisis, akan menghasilkan asam amino dan senyawa lain. Contohnya adalah sebagai berikut :
1)      Glikoprotein, mengandung protein dan karbohidrat
2)      Nucleoprotein, mengandung protein dan asam nukleat
3)      Lipoprotein, mengandung protein dan lipid
4)      Kromoprotein, mengandung protein dan zat warna (hemoglobin dan hemosianin)

4.      Asam Nukleat
Ada dua macam asam nukleat , yaitu asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA). Fungsi asam nukleat adalah untuk mengontrol aktivitas sel dan membawa informasi genetik. Asam nukleat merupakan polimer nukleotida. Hidrolisis nukleotida akan menghasilkan :
a.       Fosfat (P)
b.      Gula pentose, yaitu ribosa atau deoksiribosa
c.       Basa nitrogen (basa organik)
Nukleotida lain yang berperan pada proses biologis seperti :
-          Adenosine monofofat (AMP)
-          Adenosine difosfat (ADP)
-          Adenosine trifosfat (ATP)
-          Guanosin trifosfat (GTP)
-          Timidin trifosfat (TTP)
-          Uridin trifosfat (UTP)
-          Sitidin trifosfat (STP)

B.   STRUKTUR DAN FUNGSI SEL

Sel-sel pada tubuh hewan dan tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik. Mikroorganisme yang eukariotik misalnya Protozoa, Protista, dan semua jamur. Ada juga mikroorganisma yang prokariotik, misalnya bakteri dan alga hijau-biru.

1.      Struktur Sel Tumbuhan dan sel Hewan
Matthias Schleiden, seorang ahli otonomi hewan berpendapat bahwa setiap mahluk hidup tersusun oleh sel. Pendapat mereka dirumuskan dalam teori yang berbunyi “sel merupakan kesatuan struktural kehidupan”. Untuk membedakan struktur sel tumbuhan dan struktur sel hewan, kita dapat menggunakan sediaan daun Elodea, Hydrilla, atau Vallisneria dan sediaan sel epitel pipi manusia. Sediaan tersebut kemudian diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Flaming Arrow